Senin, 28 Mei 2012

Strategi Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Sepatu Sandal Ciomas Bogor


A.       Gambaran Umum Usaha Kerajinan Sandal Sepatu di Kabupaten Bogor
Industri UKM sepatu-sandal pada umumnya menghasilkan sepatu-sandal dari bahan imitasi.Sebelumnya industri UKM sepatu ini menghasilkan sepatu kulit, tetapi karena tingginya permintaanterhadap bahan imitasi yang lebih lunak, maka industri UKM sepatu-sandal di Kecamatan Ciomaslebih banyak menggunakan bahan imitasi. Sepatu-sandal yang dihasilkan industri ini bermacammacamukurannya, mulai dari yang kecil sampai yang besar untuk pria dan wanita. Sejak enamtahun terakhir ini sepatu dan sandal wanita merupakan produk yang paling banyak diminati danpaling banyak permintaannya, karena sesuai dengan perkembangan mode. Pada saat musimramai, menjelang Lebaran dan Natal seluruh bengkel sibuk menerima pesanan sepatu dan sandaldari konsumen (Grosir), dan biasanya pekerjaan dapat berlangsung dari pagi sampai larut malam,sedangkan bila tidak sedang ramai pekerjaan berlangsung dari pukul 08.00–16.00 petang.Dimusim-musim sepi, industri sepatu mengurangi tenaga kerjanya dan buruh-buruh mencaripekerjaan lain di sekitar daerah ciomas. Sistem upah yang berlaku didasarkan pada sistemborongan, dimana buruh dibayar berdasarkan jumlah sepatu yang dihasilkan (per kodi sepatu).Upah buruh bervariasi berdasarkan tingkat kesulitan pembuatan sepatu.Para pengusaha UKM sepatu di daerah Ciomas sebagian besar tidak memiliki sistempencatatan dan pembukuan yang jelas, sehingga mereka tidak tahu secara pasti apakah merekamemperoleh untung atau mengalami kerugian. Industri kerajinan sepatu di Kecamatan CiomasKabupaten Bogor umumnya menghasilkan sepatu dan sandal dengan semua ukuran baik untukpria maupun untuk wanita. Bahan baku yang digunakan untuk membuat sepatu dan sandal adalahkulit imitasi serta bahan lain yang digunakan yaitu lapis (AC), lateks, sol, tamsin, spon, hak, lem,tekson, dus, pengeras, pur Ce, benang, dll.Bahan-bahan ini diperoleh dari toko bahan di kota Bogor. Bagi pengusaha yang memilikimodal cukup, maka bahan baku dapat mereka peroleh sesuai dengan harga pasar, sedangkan9pengusaha yang lemah dalam hal permodalan, maka bahan baku mereka peroleh dengan modalkepercayaan dan kesepakatan dengan pihak Grosir, dengan sistem hubungan sub kontrakkomersial atau sering disebut ”bon putih”. Selain sistem bon putih pembelian bahan baku juga biasa diberikan dengan sitem giro dengan tempo waktu satu bulan sampai dengan dua bulan,namun dengan menggunakan kedua sistem ini pengusaha sepatu akan sangat banyakmemperoleh (charge) dan harga yang berlaku pun bukan lagi harga pasar, sehingga mereka akansangat dirugikan.Dengan kedua sistem ini pengusaha diminta untuk memproduksi sepatu sesuai denganmodel atau tipe yang ditentukan oleh pihak Grosir. Modal awal untuk mendapatkan bahan bakudiberikan oleh pihak Grosir berupa selembar bon putih atau selembar giro dengan cap/identitasGrosir untuk dibelanjakan pada toko bahan yang telah ditentukan, dengan jumlah pesanan untuksatu minggu. Pemberian bon putih atau giro ini dihitung sebagai uang muka dari total pembayaran,yaitu sekitar 50 sampai 60 persen. Selanjutnya pengusaha akan memproduksi di bengkel miliknyadengan melibatkan tenaga kerja. Pada saat pengiriman barang, pihak grosir akan memberikansejumlah uang untuk membayar tenaga kerja, dengan memperhitungkan modal awal yang telahdiambil melalui bon putih atau giro, sisanya dibayar dengan menggunakan giro berjangka waktusatu atau dua bulan yang dapat ditukarkan dengan uang tetapi dengan potongan tertentu. Dengandemikian pengrajin/tenaga kerja juga akan bergantung pada jumlah pesanan yang diterima daripihak grosir.

B.        Pendahuluan
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang cukup besar dalampembangunan ekonomi nasional, hal ini terlihat dari kontribusinyaterhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan hasil survei dan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UKM terhadap PDB (tanpa migas) pada Tahun 1997 tercatat sebesar 62,71 persen dan pada Tahun 2002 kontribusinya meningkat menjadi 63,89 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2008 menunjukkan, sektor UKM dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 91 juta orang (97,3 persen) dan mampu menyumbang PDB Rp 2.121,31 triliun (53,6 persen). Sumbangan UMKM terhadap ekspor Indonesia juga tidak disangsikan lagi, mencapai Rp 142,8 triliun (20,02 persen) dengan total nilai investasi Rp 462 triliun (47 persen) pada 2007.
Tidak bisa dibantah bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian Nasional. Diharapkan peranan pemerintah maupun masyarakat perlu memberikan perhatian yang besar untuk mendorong pengembangannya. Pengembangan UKM melalui pendekatan pemberdayaan usaha, perlu memperhatikan aspek sosial dan budaya di masing-masing daerah, mengingat usaha kecil dan menengah pada umumnya tumbuh dari masyarakat secara langsung. Di samping itu upaya pengembangan UKM dengan mensinergikannya dengan industri besarmelalui pola kemitraan, juga akan memperkuat struktur ekonomi baik nasional maupun daerah.
Partisipasi pihak terkait atau stakeholders perlu terus ditumbuhkembangkan lainnya agar UKMbetul-betul mampu berkiprah lebih besar lagi dalam perekonomian nasional.Namun di tengah upaya pengembangan yang dilakukan pemerintah tersebut, mayoritasUKM berada pada kondisi yang tidak ideal, dimana UKM tidak mengalami perkembangan yang
signifikan dan tidak jauh berbeda kondisinya ketika awal didirikan. Hanya sedikit saja UKM yang mampu berkembang menjadi usaha besar. Hal itu disebabkan UKM masih memiliki kelemahan dan kendala.


C.        Rumusan Masalah
Memperhatikan latar belakang tersebut, penulis mencoba mencoba merumuskan permasalahan :
a)      Bagaimana penerapan strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh para Pengrajin Sepatu Sandal di daerah Ciomas Kabupaten Bogor
b)      Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Hambatan yang secara riil dimiliki dan dihadapi oleh para Pengrajin Sepatu Sandal Ciomas Kabupaten Bogor tersebut serta
c)      Strategi Pemasaran seperti apa yang memungkinkan untuk diterapkan dan meningkatkan omzet penjualan produk para Pengrajin Sepatu Sandal Ciomas Kabupaten Bogor.

D.       Analisis
faktor internal yang menjadi Faktor Kekuatan paraPengrajin Sepatu Sandal Ciomas Bogor adalah
a)      Produk berkualitas
b)      Harga Bersaing
c)      Sepatu yang dihasilkan unik dan Kreatif.

FaktorKelemahan adalah
a)      Manajemen Keuangan tidak teratur
b)      Manajemen Persediaan Bahan Baku tidak teratur
c)      Pengawasan proses produksi dan kualitas kurang
d)      Tempat bekerja kurang nyaman
e)      Teknologi minimal
f)       Perhitungan harga pokok produksi kurang akurat.

Beberapa faktoreksternal yang menjadi Faktor Peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para Pengrajin SepatuSandal Ciomas Bogor adalah
a)      Produk dikenal masyarakat
b)      Ketersediaan sumber daya manusia
c)      Lokasi dekat Pemasok
d)      Memiliki sistem pemasaran terpusat
e)      Tempat penjualan strategis
f)       Memiliki banyak relasi.

Dengan menggunakan Analisis SWOT Strategi Pengembangan yang bisa dilakukan olehpara Pengrajin adalah
a)      Peningkatan kreatifitas dalam membuat model sepatu sandal, sehinggasemakin beraneka ragam bentuk dan modenya
b)      Optimalisasi jaringan / saluran pemasaranmelalui pembangunan kerjasama dengan sesama Pengrajin atau Pengusaha dan Pemasar lainnya
c)      Memperluas jaringan relasi pemasaran
d)      Pemanfaatan website atau email sebagaisarana promosi dan pemasaran (pengembangan E-Commerce)
e)      Mengalokasikan dana darihasil penjualan untuk meningkatkan teknologi produksi yang dipergunakan
f)       Bekerjasama dalamrangka optimalisasi Koperasi yang telah dibentuk sehingga mampu menyediakan bahan baku danmodal kerja serta mampu mengkoordinir distribusi produk jadi.
g)      Para Pengrajin bekerjasamauntuk membangun kekuatan bersama sehingga bisa saling menutupi atau mengeliminirkelemahan.

Lalu selanjutnya berdasarkan analisis EFAS dan IFAS, para Pengrajin Sepatu SandalCiomas Bogor berada pada kuadran V. Dua strategi yang bisa dilakukan pada posisi stabil adalahmelakukan kegiatan penetrasi pasar dan langkah penyempurnaan strategi pengembanganproduknya untuk mempertahankan dan memelihara kinerja yang sudah dicapai. Peningkatankreatifitas dalam pembuatan sepatu sandal menjadi sangat diperlukan sehingga model sepatusandal yang diproduksi lebih bervariasi. Keanekaragaman produk menjadi salah satu strategidalam memikat minat dari para konsumen, sehingga diperoleh peningkatan omzet penjualan. Disamping itu, penetrasi pasar harus dilakukan secara intensif. Konsumen yang dihadapi oleh paraPengrajin adalah konsumen yang sensitif akan harga. Strategi penetrasi pasar menjadi langkahterbaik untuk menggaet konsumen dengan karakterisrik tersebut. Karena dalam langkah tersebutakan dipergunakan strategi penetapan harga yang relatif terjangkau dan menarik bagi konsumen.

Jumat, 25 Mei 2012

Pentingkah Arti sahabat???

 










Pada setiap kehidupan seseorang, pasti akan membutuhkan teman yang bisa berbagi disaat susah maupun senang. Sahabat memang memiliki peran yang bisa membuat hidup menjadi lebih berwarna. Tetapi kehadiran sahabat bukanlah untuk menggantikan posisi pasangan atau kekasih anda.

Saat anda memiliki teman yang baik, bukan hadiah atau bingkisan atau kado yang mereka inginkan. Tetapi perhatian dan kesabaran yang mereka butuhkan. Terkadang sahabat juga butuh didengarkan, baik itu senang maupun dalam duka. Jadi apabila anda memiliki sahabat, maka persiapkan waktu dan kesabaran yang cukup untuk mendengarkan segala masalah serta keluh kesah yang mereka rasakan.

Sahabat akan membantu memecahkan permasalahan yang sedang anda hadapi. Atau mungkin hanya sekedar membicarakan masalah pekerjaan atau kehidupan yang terjadi di sekitar anda. Begitu pula dengan sang sahabat, mereka juga ingin anda melakukan hal yang sama. Membagi cerita-cerita yang lucu juga bisa membuat kedekatan anda dengan sang sahabat.

Variasi ataupun warna-warni kehidupan bisa diberikan oleh sahabat kepada anda. Menghabiskan waktu bersama sahabat akan merelaksasikan kepenatan anda setelah melakukan aktivitas kantor yang padat setiap hari. Mungkin anda bisa makan malam bersama, window shopping akan menciptakan kedekatan yang lebih menyenangkan.

Berikanlah sedikit kejutan dan perhatian kepada sahabat agar lebih dekat. Meskipun anda berada jauh dari sahabat, bukan berarti anda melupakannya kan? Anda tetap bisa berkomunikasi lewat internet, telpon ataupun sms. Tapi sebaiknya anda jangan sampai lupakan sang kekasih karena bisa-bisa dia cemburu lagi.